You're alive. Do something. The directive in life, the moral imperative was so uncomplicated. It could be expressed in single words, not complete sentences. It sounded like this : " Look. Listen. Choose. Act ! "
Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.
DI ANTARA SUJUD PANJANGKU


Wahai Engkau Yang Maha Hidup, Sang Pencipta kehidupan

Hanya kepada-Mulah kuadukan setiap episode misteri hidupku

Bagai petualangan tiada kunjung dapat kupecahkan

Bak elegi tak kunjung kudapati jawaban

Meski t’lah kutelusuri pagi dan siang

Walau t’lah kucumbui malam demi malam


Wahai Engkau Yang Maha Rahman, Sang Penghadir Cinta

Damaikanlah hati hamba yang kian rindu membiru

Tuntunlah ia menuju hakikat Cinta-Mu

Cinta nan suci jauh dari ego dan nafsu

Cinta yang bukan sekedar roman dan syair syahdu

Bukan sekedar pengembaraan akal yang liar dan nalar beradu


Wahai Engkau Maha Pemberi Petunjuk

Sesungguhnya tiada daya hamba mengurai makna

Dari setiap episode masa dan segenap peristiwa

Yang kuanggap mulia ternyata bagi-Mu hina

Yang kuanggap remeh, bagi-Mu berharga

Maka tunjukkanlah aku pada setiap hakikatnya


Wahai Engkau Yang tiada pernah mengabaikanku

Dari setiap desir hembusan nafas tak terhingga

Dari setiap hitungan invinit katup kelopak mata

Tuntunlah aku dalam menentukan setiap keputusan

Bimbinglah hatiku dalam setiap pilihan

Jangan biarkan terlena dengan secawan anggur cinta memabukkan


Wahai Engkau Yaa Alloh Yaa Kariim

Di antara sujud panjangku kupasrahkan jiwaku

Di akhir istikharahku ku sandarkan keakuanku pada-Mu

Untuk setiap keputusan terbaik menurutmu

Bukan sekedar ujung perjalanan egoku

Bukan secawan anggur tapi untuk segelas madu

Category:  
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response.
0 Responses
Leave a Reply